Apakah ESB Masih Relevan di 2026?
Enterprise Service Bus (ESB) pernah menjadi pusat integrasi: semua lalu lintas melalui satu bus dengan routing, transformasi, dan orkestrasi. Lalu ia jatuh dari mode. Apakah masih relevan?
Yang benar dari ESB
ESB menyelesaikan masalah nyata: heterogenitas protokol, transformasi format, dan titik pemusatan untuk kebijakan. Masalah itu tidak hilang — hanya alatnya berganti nama.
Yang salah dari ESB
Yang menjatuhkan ESB adalah logika bisnis yang menumpuk di bus. ESB menjadi tempat orkestrasi kompleks, sumber kopling, dan bottleneck. Itu pelajaran, bukan sekadar tren.
Pelajaran untuk hari ini
Masalah yang dipecahkan ESB tetap ada, tapi jawabannya kini lebih terdistribusi: API gateway untuk kebijakan tepi, antrean untuk orkestrasi asinkron, layanan terpisah untuk transformasi. Sentralisasi kebijakan ya; sentralisasi logika bisnis tidak.