GraphQL vs REST untuk Integrasi: Tepat Sasaran atau Tetap Sederhana
GraphQL dan REST sama-sama cara menyajikan API, tapi filosofinya berbeda. Memilih tanpa memahami konteks integrasi sering berakhir dengan kompleksitas yang tak perlu.
GraphQL: ambil yang dibutuhkan
Klien menentukan field persis yang ia butuhkan. Satu permintaan bisa menggabungkan beberapa entitas. Cocok bila klien bervariasi (web, mobile, mitra) dengan kebutuhan field berbeda.
REST: sederhana dan cacheable
REST memetakan sumber daya ke URL. Mudah dipahami, di-cache, dan didukung di mana-mana. Untuk integrasi B2B yang stabil dan terprediksi, ini sering cukup.
Pilih berdasar klien
Banyak klien dengan bentuk berbeda? GraphQL. Sedikit konsumen dengan kebutuhan tetap? REST. GraphQL menambah kompleksitas server (parsing, keamanan field, N+1) — jangan dibayar tanpa kebutuhan nyata.