Sinkronisasi POS dan ERP: Menjaga Stok dan Buku Tetap Sama
Point of sale mencatat penjualan di toko; ERP mencatat kebenaran akuntansi dan stok di pusat. Bila keduanya tidak sinkron, stok bohong dan laporan keliru — masalah klasik retail.
Tepi cepat, pusat benar
POS butuh respons cepat walau koneksi terputus. Pola yang umum: POS bekerja offline dengan antrian lokal, dan menyinkronkan ke ERP saat koneksi pulih. Tepi diutamakan kelancaran, pusat diutamakan kebenaran.
Konflik dan urutan
Sinkronisasi bisa bertabrakan: dua toko menjual stok terakhir bersamaan. Tentukan aturan (pesanan pertama menang, atau alokasi pusat) dan jalankan secara konsisten. Tanpa aturan konflik, stok negatif terjadi.
Rekonsiliasi harian
Sinkronisasi bisa gagal sebagian. Rekonsiliasi harian membandingkan total POS vs ERP menangkap selisih. Bila selisih kecil tapi konsisten, ada bug; bila besar tapi jarang, ada insiden. Rekonsiliasi adalah kompas integritas.