Notifikasi & tagihan otomatis
Banyak UMKM masih menagih pelanggan satu per satu. Kami kirim tagihan dan kuitansi transaksi kepada pelanggan melalui WhatsApp atau email, dijadwalkan dari data penjualan, agar pemilik tidak mengingat tiap jatuh tempo.
Setiap Tagihan Ditulis Tangan, Tiap Pelanggan Diingat Sendiri.
Faktur ditulis tangan di slip kertas. Pemilik mengingat siapa yang harus dibayar kapan, lalu mengingatkan tiap pelanggan secara manual dan mencatat pembayaran terpisah.
Bila ada yang lupa diingat, tagihan telat. Bila ada yang sudah dibayar, pemilik kadang masih menagih, atau sebaliknya.
Kami Kirim Tagihan dan Kuitansi Secara Otomatis.
Alih-alih ditulis tangan, tagihan dan kuitansi dikirim ke pelanggan melalui WhatsApp atau email secara otomatis, dijadwalkan dari data penjualan. Pemilik tidak perlu mengingat tiap jatuh tempo.
Tagihan Terkirim Tepat Waktu, Pemilik Bebas Mengingat.
Kini tagihan dan kuitansi terkirim ke pelanggan tepat waktu melalui WhatsApp atau email. Pemilik tidak lagi menagih satu per satu dengan pesan pribadi.
Pelanggan menerima pengingat dan kuitansi yang rapi, dan pembayaran tercatat tanpa duplikat.
Seperti Apa Harinya
- 1
Pagi, Data Tersusun
Data penjualan hari sebelumnya tersusun. Tagihan yang jatuh tempo hari ini sudah dijadwalkan.
- 2
Siang, Tagihan Terkirim
Tagihan dan kuitansi terkirim ke pelanggan via WhatsApp atau email sesuai jadwal, tanpa pemilik mengingat tiap nama.
- 3
Sore, Pembayaran Tercatat
Pembayaran yang masuk tercatat rapi. Yang belum dibayar pun jelas terlihat, bukan sekadar diingat.
Apa yang Berubah
Yang dahulu diingat tiap pelanggan, kini terkirim sendiri sebelum saya lupa.
- Tagihan dan kuitansi terkirim ke pelanggan via WhatsApp/email secara otomatis.
- Jadwal tagihan diambil dari data penjualan, tanpa diingat manual.
- Pelanggan menerima pengingat dan kuitansi yang rapi.
- Pembayaran tercatat tanpa duplikat atau tagihan ganda.
Anda Masih Menagih Tiap Pelanggan Satu per Satu?
Ceritakan cara Anda mengirim tagihan dan kuitansi sekarang. Kami akan membantu mengotomatiskannya dari data penjualan tahap demi tahap.